Ini adalah perjalanan pertamaku
mendaki gunung dengan ketinggian 2300mdpl. Mungkin buat para pendaki 2300
bukanlah angka yang sangat tinggi, tapi bagi saya ini sangat seru dan
menantang. Belum lagi trek yang kami lalui sangat menantang. Semua itu
meninggalkan kesan cerita yang terbukus rapi dengan indah.
Jumat 25 Nov kami 3 orang
berangkat dari rumah, aku, Ihsan dan Hery. Sebelum meluncur drastis, kami
sempat mampir di Mataram karena ada beberapa barang yang harus kami lengkapi
dan kami packing ulang. Kami mampir di kosnya Ihsan, dan kebetulan kami bertemu
teman kos yaitu Ary. Saat kami sedang bersiap-siap, Ary ingin ikut. Kebetulan
kami menggunakan dua motor, jadi saya rasa pas satu motor dua orang.
Saat itu jam sudah menunjukkan
pukul 14.00, kami suap untuk berangkat. Tiba-tiba mendung. Sejenak kami
perhatikan arah utara, ada cerah tapi ada juga yang mendung. Gerimis sudah
mulai berjatuhan walau tidak banyak. Kami akhirnya mempertimbangkan untuk
memulai perjalanan. Dan semakin kami menunggu, semakin hujan itu lebat dan
gelap. Tapi arah utara, arah yang kami tuju terlihat cerah. Mungkin sebaiknya
kami harus menunggu hujan ini reda terlebih dahulu.
Dan perjalan baru bisa kami
mulai sekitar jam 16.00, kali ini gerimis manja ini tidak akan menghalangi
kami. Aku sendiri mendokumentasikan setiap momen perjalanan kami dengan video
dan poto. Memang, ini adalah salah satu tujuan pribadi saya yaitu ingin membuat
dokumentasi video dan foto perjalanan menuju ketinggian 2300mdpl.
Rencananya, malam ini kami akan
bermalam di Lombok Utara, dan besok pagi baru kami akan mulai muncak. Dan
perjalanan dari Mataram ke Lombok Utara sekitar 2 jam ngebut. Kami harus
mengejar waktu agar tidak terlalu malam tiba disana. Tapi kami harus
menyempatkan untuk melihat satu spot yang lumayan seru di Lombok Utara yaitu
Pelabuhan Carik. Dan setelah beberapa foto dan cerita, kami melanjutkan ke
tujuan kami.
Entah ibu siapa namanya, yang
jelas ibu itu sangat baik sekali. Baik ibu maupun bapaknya, baiknya sangat
super kepada kami. Ceritanya bermula dari saat Ihsan menjalani PPL KKN dari
kampusnya di sebuah sekolah yang dikelola oleh ibu bapak ini, dan Ihsan sangat
dekat dengan mereka, bahkan dianggapnya sebagai anak sendiri.
Kami tidak hanya mendapat
jamuan makan malam dan menginap disana, tapi cerita indah yang diceritakan oleh
mereka tetang beberapa cerita dari Lombok Utara, itu yang membuatnya menjadi
lebih indah. Belum lagi suasana lingkunan yang khas dataran tinggi, dingin dan
hebusan anginnya sangat khas. Pemandangan pagi, sinar merah sang mentari dari
bali Gunung Rinjani, Gunung tertinggi di NTB bahkan salah satu gunung tertinggi
dari 3 gunung di Indonesia.
Dan inilah bagian inti dari
cerita hari ini. Menuju 2300mdpl.
To Be Continue ...
To Be Continue ...
0 komentar:
Posting Komentar