• Twitter
  • Facebook
  • Instagram
  • Youtube

Jumat, 02 Desember 2016

Nanggi 2300 mdpl | Part 2



Kami memulainya dari pukul 10.00. Perkiraan lama perjalanan dari sini menuju titik start adalah satu jam, sehingga kemungkinan kami akan tiba disana jam 11.00. Dan seharunya kami harus tiba sekitar 100m lebih dekat dengan titik mulai. Tapi karena ada jembatan yang masih sedang direnovasi total, akhirnya jalan itu tidak bisa kami lalui dan kami harus mulai jalan kaki lebih awal.
Perjalanan pun kami mulai. Camera stand by menangkap moment-moment yang indah. Dan diantara rundunya pohon bambu, hebusan angin seakan meng-amin kan doa kami. Semoga kami bisa samapi puncak dan kembali dengan sehat dan selamat.
Perjalanan pertamaku mulai.

Diantara kami, hanya Hery yang sebelumnya memiliki pengalaman muncak yaitu pernah 2 kali ke Rinjani. Dan sisanya, ini adalah cerita pertama. Untuk aku sendiri, ini adalah awal yang tidak buruk. Aku masih sangat semangat untuk tetap melaju. Setelah keluar dari kebun bambu, kami menelusuri seperti anak sungai yang kering dan hanya tinggal bebatuan. Diantara kami, tidak nampak ada pendaki lain yang juga sedang berjalan. Tapi kami masih semangat hingga kami tiba di titip mulai yang sesungguhnya.
Sekarang perjalan sudah berbeda, sudah tidak datar lagi. Tapi perlahan dan menanjak, terus dan terus menanjak. Kini rasanya sudah berbeda, beban sudah mulai terasa. Bahkan Ihsan sempat beberapa kali duduk karena capek. Awal yang tidak terlalu bagus untuk Ihsan. Dan Ary, masih semangat seperti aku dan juga Hery.
Perjalanan terus menanjak, seperti tidak ada tempat yang datar. Ini benar-benar menanjak. Dalam perjalan kami sempat bercerita dan berteriak menunjukkan semangat kami kepada alam. Kata mereka yang pernah sampai ke puncak, lama perjalanan adalah 4 jam kecepatan standar jika tidak ada halangan. Kami harap tidak ada yang akan menghalangi perjalan kami.
Satu jam berlalu, kami sudah berjalan dan terus berjalan. Dan akhirnya kami memutuskan untuk duduk dan beristirahat sesaat sebelum kembali menanjak. Bahkan hingga tempat kami istirahat saat ini, kami belum menemukan tempat yang lapang. Miring dan terus menajak.

To Be Continue... 

0 komentar:

Posting Komentar

Contact

Send Me Your Mail


Mohon Kritik dan Saran

Kirimkan kritik dan saran Anda untuk membantu blog ini lebih baik.

Apabila Anda punya pertanyaan, dapat juga melalui komentar.