Dan
kami menemukan 2 orang pendaki yang juga sedang beristirahat ditempat yang sama
bersama kami. Tapi kami memutuskan untuk memulai perjalanan lebih awal. Melihat
ke atas, langit sudah mulai gelap. Aku tidak tahu apakah itu mendung atau hanya
awan. Yang jelas itu tidak akan menghalangi semangat kami dan kami tetap
semangat untuk menuju puncak.
Ihsan yang sudah tidak tahan
dengan urusannya sendiri, membuka bekal dan mulai ngemil sambil jalan. Katanya
sarapan tadi pagi dari rumah sudah tidak terasa, ia membutuhkan pasokan energi
yang lebih banyak. Dan mungkin kami adalah pendaki yang paling ribut jika ada
pendaki yang lain. Tidak jarang kami berteriak, harapannya semoga ada yang
membalas teriakan kami. Walau saat ini hanya diatara kami saja yang membalas
teriakan tersebut.
Sekarang keadaan menjadi gelap,
aku tidak tahu apakah ini awan, embun atau mendung yang membawa hujan. Jarak
pandang hanya sekitar tiga meter, puncak tidak terlihat sama sekali, gelap. Dan
kami harus cepat sebelum hujan turun. Aku tidak tahu apakah itu suara hujan
atau angin, dan suara penghuni alam saling ambut mengiringi perjalan kami.
Secepat-cepatnya kami berjalan, kami tidak akan bisa menempuh jarak sepuluh
meter dalam waktu 10 menit. Stamina kami sudah mulai terkuras, jarak pandang
sudah semakin dekat, dan gerimis mulai turun.
Persiapan yang ada hanya satu
jas hujan, bahkan mungkin ini tidak cukup untuk menutupi barang bawaan kami.
Yang cukup riskan adalah kamera yang kami bawa. Harga yang tidak sedikit untuk
dua kamera yang kami bawa. Dan ini menjadi prioritas kami diantar hujan.
Kami sempat bertemu beberapa
pendaki yang turun, bahkan kami bertemu 3 bule dari Polandia yang hanya 45
menit dipuncak dan turun kembali. Katanya mereka ingin melanjutkan perjalan ke
Rinjani. Untuk kami, mereka adalah pendaki super. Bagaimana tidak, bayangkan
saja mereka bercerita untuk sampai ke puncak dibutuhkan sekitar 4 jam, dan bule
ini hanya 45menit diatas kemudian turun. Tapi mungkin karena mereka hanya
membawa diri, sehingga mereka bisa jalan lebih cepat. MUNGKIN.
Sekarang kami harus membuka jas
hujan. Pertama kami harus memastikan semua barang kami aman, selanjutnya kami.
Mungkin jika bisa tidak kena hujan, tapi nyatanya setengah badan kami basah.
Bahkan diantara hujan itu, sempat kami berfikir, apakah memang seperti ini
perjalanan menuju puncak. Tapi mungkin karena saat ini musim hujan, atau
mungkin cuaca gunung memang berbeda. Sementara itu kami tidak bisa melihat
sekitar kami, gelap dan sangat gelap. Kami tidak tahu saat ini kami sudah
berada diketinggian berapa, yang jelas saat ini kami sudah 2 jam perjalanan.
Jika 4 jam perjalan, maka tinggal 2 jam lagi kami harus berjalanan. Tetapi jika
hujan ini tidak berhenti, mungkin ceritanya akan berbeda.
Dan setelah kurang lebih 15
menit, hujan sudah mulai reda dan kami menajutkan perjalanan. Tapi kami belum
berjalan satu jam, hujan kembali turun. Dan kamipun kembali berteduh. Jika
sebelumnya kami berteduh ditempat yang datar, kali ini kami berteduh ditempat
yang miring dibawah pohon. Saat satu sisi bisa selamat dari hujan, satu sisi
sedang basah-basahan. Dan begitulah seterusnya. Kami saling bergantian
basah-basahan.
To Be Continou...
0 komentar:
Posting Komentar