• Twitter
  • Facebook
  • Instagram
  • Youtube

Selasa, 06 Desember 2016

Nanggi 2300 mdpl | Part 5



Aku ingat sebuah buku yang pernah aku baca karya orang top di Indonesia. Beliau bercerita pernah mendaki bersama seseorang, dan dengan susah payah ia samapi ke puncak. Begitu ia sampai ke puncak, ia bertanya sama temannya itu.  Katanya, setelah sampai dipuncak, apa yang selanjutnya kita fikirkan. Katanya, bagaimana kita akan turun.
Filosofinya adalah hidup ini ada masa dimana puncak kejayaan akan kita raih,  tapi saat kita menyadari bahwa kita sedang dipuncak, apa yang akan kita fikirkan. Katanya, yang harus kita fikirkan adalah bagaimana kita turun, bagaimana kita meninggalkan semua ini dengan tidak sia-sia.

Benar juga menurutku, karena banyak sekali yang aku lihat mereka datang ke puncak hanya sebagai pembuktian dan hanya pindah tempat tidur. Bagaimana tidak, yang aku lihat mereka sampai puncak sudah sangat sore dan mereka turun kembali sangat pagi. Jadi sebenarnya apa yang mereka cari, apakah benar hanya pembuktian saja. Ini tidak lebih dari sekedar pindah tempat tidur.
Tapi buat aku sendiri, meski ini adalah pendakian pertamaku, aku memetik banyak pelajaran dari sini. Mulai dari arti keberasamaan yang sesungguhnya bahwa hidup ini bukan hanya tentang siapa yang samapi lebih awal dan siapa yang dibelakang, bukan tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah. Tetapi sejauh mana kamu bisa berguna bagi orang lain, terutama yang membutuhkanmu.
Saat aku mencapai puncak, yang pertama aku lakukan adalah bersyukur, bukan berfikir bagaimana akan turun. Jadi aku koreksi pendapatmu bapak nomor satu. Karena banyak sekali yang aku lihat setelah mereka mencapai puncak mereka terlena dengan keindahan yang sedang terlihat, padahal kita sama-sama tahu bahwa keindahan itu esok pagi akan kita tinggalkan. Jadi bersyukur adalah hal pertama yang aku lakukan, baru aku akan berfikir bagaimana aku meninggalkan semua ini menjadi kisah yang indah.
Agar semua ini menjadi kisah yang indah, maka aku akan mengerjakan semua hal yang luar biasa, menakjubkan dan yang aku bisa. Tidak hanya pindah tempat tidur. Berbagi cerita, mendapatkan teman baru, mengabadikan momen-momen indah. Dan itulah yang aku lakukan.
Dan seperti yang aku katakan diawal, ternyata secara tidak sadar aku melakukannya. Aku bertemu dengan cewek yang membalas teriakan kami tadi di tengah jalan. Bahkan kami pernah bertanya padanya, apakah kalian yang membalas teriakan kami tadi. Memang benar katanya.
Dan sedikit cerita tentang mereka mengantar kami pada dinginnya angin malam.
Dan ini adalah cerita malam kami sebelum kami turun.

to Be Continue. . . 

0 komentar:

Posting Komentar

Contact

Send Me Your Mail


Mohon Kritik dan Saran

Kirimkan kritik dan saran Anda untuk membantu blog ini lebih baik.

Apabila Anda punya pertanyaan, dapat juga melalui komentar.