Filosofinya adalah hidup ini
ada masa dimana puncak kejayaan akan kita raih, tapi saat kita menyadari bahwa kita sedang dipuncak,
apa yang akan kita fikirkan. Katanya, yang harus kita fikirkan adalah bagaimana
kita turun, bagaimana kita meninggalkan semua ini dengan tidak sia-sia.
Benar juga menurutku, karena
banyak sekali yang aku lihat mereka datang ke puncak hanya sebagai pembuktian
dan hanya pindah tempat tidur. Bagaimana tidak, yang aku lihat mereka sampai
puncak sudah sangat sore dan mereka turun kembali sangat pagi. Jadi sebenarnya
apa yang mereka cari, apakah benar hanya pembuktian saja. Ini tidak lebih dari
sekedar pindah tempat tidur.
Tapi buat aku sendiri, meski
ini adalah pendakian pertamaku, aku memetik banyak pelajaran dari sini. Mulai
dari arti keberasamaan yang sesungguhnya bahwa hidup ini bukan hanya tentang
siapa yang samapi lebih awal dan siapa yang dibelakang, bukan tentang siapa
yang menang dan siapa yang kalah. Tetapi sejauh mana kamu bisa berguna bagi
orang lain, terutama yang membutuhkanmu.
Saat aku mencapai puncak, yang
pertama aku lakukan adalah bersyukur, bukan berfikir bagaimana akan turun. Jadi
aku koreksi pendapatmu bapak nomor satu. Karena banyak sekali yang aku lihat
setelah mereka mencapai puncak mereka terlena dengan keindahan yang sedang
terlihat, padahal kita sama-sama tahu bahwa keindahan itu esok pagi akan kita
tinggalkan. Jadi bersyukur adalah hal pertama yang aku lakukan, baru aku akan
berfikir bagaimana aku meninggalkan semua ini menjadi kisah yang indah.
Agar semua ini menjadi kisah
yang indah, maka aku akan mengerjakan semua hal yang luar biasa, menakjubkan
dan yang aku bisa. Tidak hanya pindah tempat tidur. Berbagi cerita, mendapatkan
teman baru, mengabadikan momen-momen indah. Dan itulah yang aku lakukan.
Dan sedikit cerita tentang
mereka mengantar kami pada dinginnya angin malam.
Dan ini adalah cerita malam
kami sebelum kami turun.
to Be Continue. . .
0 komentar:
Posting Komentar