• Twitter
  • Facebook
  • Instagram
  • Youtube

Selasa, 17 Oktober 2017

Menuju Puncak Tertinggi di Lombok, Rinjani - Day 2


Rencananya, pagi itu kami akan berangkat pagi-pagi sekali, sekitar jam 7 atau jam 8 kami sudah harus jalan, terget kami adalah kami harus sampai di Danau Segare Anak sekitar jam 2 siang. Dan karena kami tidak bisa memperkirakan berapa lama waktu yang kami butuhkan untuk sampai disana, bahkan Pos 3 pun kami tidak tahu seberapa jauh dari lokasi kami saat ini.

Hari ini adalah hari ke 2 perjalanan kami. Pagi itu, kami bangung pagi sekali dan mulai menyiapkan sarapan. Pagi ini kami makan dengan nasi dan lauk mie, kami makan cukup banyak dan cukup kenyang, perkiraan hari ini kami akan berjalan seharian sehingga kami butuh banyak asupan energi agar tidak mudah lapar di Jalan.

Sekarang sudah hampir jam 9 pagi, sedangkan kami baru selesai sarapan. Beberapa pendaki yang turun sudah mulai lewat didepan kami, kebetulan tenda kami berada tepat di samping jalan. Menurut informasi yang kami dapat dari beberapa pendaki yang turun yang kami tanya, Pos 3 sudah sangat dekat. Sekitar 2 jam perjalanan. Sedangkan menurut temanku, dari Pos 3 menuju Danau Segare anak, butuh waktu sekitar 2 jam juga. Jadi, perkiraan kami jika kami berangkat jam 10, maka kami akan tiba di Danau Segare Anak jam 2 siang.

Dan kami pun memulai perjalan sekitar jam setengah 10 pagi.

Perjalanan masih menanjak dan terus menanjak, seakan tidak ada jalanan yang datar. Sekitar setengah jam perjalan, kami baru keluar dari hutan. Akan tetapi kami belum menemukan Pos 3, sementara perjalanan masih terus dan terus menanjak.

Dan kami tiba di Pos 3 sekitar jam 11. Hari sudah mulai panas, keringat sudah bercucuran. Sekalipun saat ini beban di tas saya sudah berkurang karena kami sudah makan, akan tetapi rasanya tetap saja seperti beban saat pertama. Sesungguhnya, bukan beban berat yang membuat perjalanan ini lambat, tapi memang kecepatan ku jalan yang tidak cepat, maklum pendaki pemula. Selain itu, rute yang terus dan terus menanjak, seakan tidak ada jalan datar dan landai.

Sekarang kami melewati Pos 3, keluar dari padang bukit Bunga Edelweiss, menaiki bukit bebatuan. Sesekali awan meneduhkan perjalanan kami, bahkan awan tersebut bersentuhan langsung dengan kami. Terasa sejuh dan dingin yang khas pegunungan, begitu segarnya. Suara angin seperti sound track yang mengisi perjalan kami.

Bukit ini terlihat tidak terlalu tinggi, tapi butuh waktu sekitar 1 jam untuk bisa melewatinya. Dan sampailah kami di puncak bukit, memutar sedikit dan terlihat sebuh ujung pegunungan. Darisanalah nanti aku akan bisa melihat langsung Danau Segare Anak, begitu komentar temanku.

Tidak butuh waktu lama untuk bisa sampai disana, karena kami berjalan di punggung gunung, jadi jalannya landai. Dan betul, seperti yang telah dijanjikan sebelumnya. Dari lokasi kami saat itu, kami sudah bisa melihat dengan langsung Danau Segare Anak. Inilah pelawangan menuju Danau Segare Anak dari pintu Senaru.

Sekarang, kami akan menuruni sebuah tebing curam bebatuan, lumayan sangat curam. Untungnya ada besi tempat berpegangan. Untuk aku sendiri, aku bisa melewati jalanan ini dengan tidak terlalu sulit.

Kali ini tracknya berbalik, yang semula kami menanjak, kali ini menurun, terus dan terus menurun sampai tiba di Danau Segare Anak. Dari pelawangan puncak Senaru menuju segare anak, kami butuh waktu sekitar 4 jam untuk ku berjalan. Ya, sekali lagi aku bilang bahwa kecepatan jalanku tidak lah secepat mereka, aku sangat super lambat. Bagi mereka yang jalan cepat, bisa sampai di lokasi camp Danau Segare Anak 2 jam.

Dan akhirnya kami bisa tiba di lokasi camp Danau Segare Anak jam 4 sore. Inilah Danau Segare Anak, kali ini aku bisa menyentunya secara langsung. Aku berada tepat didepannya.

Setelah kami membangun tenda, temanku mengajakku untuk mencoba mandi di air hangat. Katanya air hangat, tapi nyatanya air panas, panas bagi ku. Beberapa orang bahkan temanku sendiri dapat merendam tubuhnya dengan nyaman, bahkan menyelam. Aku sendiri, hanya bisa tahan sampai pusar saja. Aku tidak tahan karena airnya terlalu hangat, lebih ke panas buat aku sendiri.

Dan, ini menjadi malam ke 2 bagi kami. Malam ke 2 bersama Danau Segare Anak, tepat di tengahnya Gunung Baru Jari, salah satu anak Gunung Rinjani yang masih aktif hingga kini.

Notte:
Pos 2 terdapat sumber mata air, 100 meter dari lokasi pos.
Pos 3 terdapat sumber mata air.
Danau Segare Anak terdapat sumber mata air.
Jika tidak ada tanda sumber mata air, sebaiknya tanya sama porter. Saya sarankan lebih baik tanya porter, karena mereka lebih tahu daerah sana daripada guide.

Bersambung...

0 komentar:

Posting Komentar

Contact

Send Me Your Mail


Mohon Kritik dan Saran

Kirimkan kritik dan saran Anda untuk membantu blog ini lebih baik.

Apabila Anda punya pertanyaan, dapat juga melalui komentar.