• Twitter
  • Facebook
  • Instagram
  • Youtube

Rabu, 18 Oktober 2017

Menuju Puncak Tertinggi di Lombok, Rinjani - Day 3


Pagi itu, setelah sarapan dan berkemas, kami melanjutkan perjalanan. Kali ini adalah target akhir, yakni puncak pelawangan menuju puncak tertinggi Gunung Rinjani. Kami memulai perjalanan sekitar jam 10 pagi. Perkiraan waktu tempuh 2 jam, tapi biasanya aku butuh dua kali lipat dari waktu orang berjalan dengan kecepatan normal, jadi perkiraan kami bisa sampai di puncak atau target adalah jam 2 siang.

Kami pun memulai perjalanan. Awal trak tidak terlalu sulit, lumayan landai. Hanya sedikit tanjakan, selebihnya jalannya landai menanjak. Aku dapat berjalan sedikit lebih cepat di trak ini dari biasanya.

Secara tidak sadar, perjalanan sudah mulai menanjak. Kali ini, tanjakannya sedikit berbeda dengan tanjakan pada umumnya, tanjakannya hampir 90 derajat, jadi benar-benar menaiki tebing. Dan kami pun harus memutar secara zig zag untuk mempermudah melalui trak ini. Bahkan ujung jalan pun saya tidak tahu dimana, yang jelas saat ini kami terus berjalan saling beriringan bersama beberapa pendaki lain yang juga sedang menuju ke puncak.

Seperti biasa, tidak terhitung berapa kali aku berhenti di antara tebing ini untuk mengambil nafas. Ditambah sinar matahari yang cukup terik, membuat air menjadi hidangan yang sangat nikmat dikala ini.

Dan aku butuh lebih dari 2 jam untuk sampai di puncak, dari jam 12 hingga jam 2 siang. Akhirnya, sapailah kami di puncak tempat kami ngecamp. Disini, ada banyak sekali pendaki yang sudah membuat tenda. Aku termasuk yang awal datang, karena semakin sore pendaki semakin banyak.

Malam ini akan menjai malam yang berbeda bagiku, karena esok pagi dini hari, aku akan menuju puncak, ya puncak tertinggi di Gunung Rinjani.

Malam itu, aku akhiri malam dengan menyiapkan segala sesuatunya.

Jam 1 malam, aku bangung. Terlihat beberapa orang pendaki sudah bergegas untuk menuju puncak. Sementara itu, temanku hanya akan mengantarkan aku sampa disini saja, karena ia tidak akan ikut muncak. Aku cukup mengikuti orang-orang yang berjalan saja, karena rute dan tujuan kami sama, hanya satu, yaitu puncak.

Jam 1 dini hari, aku pun memulai perjalanan dengan mengikuti langkah beberapa pendaki yang didepanku. Menurut informasi, lama waktu yang dibutuhkan untuk sampai di puncak adalah 4 sampai 5 jam.

Malam, gelap, dingin, angin dan sedikit lapar. Entah seperti apa di puncak sana, yang aku lalui saat ini tidak seperti cerita yang aku dengar. Menurutku ini biasa saja, hanya saja ini lebih ke menguji kesabaran. Rasa-rasanya aku ingin menyerah sampai disini, mungkin aku lebih baik kembali atau aku tunggu saja samapa matahari terbit kemudian aku turun hingga disini. Entahlah, rasanya aku ingin kembali saja.

Meski hati ku menggerutu, tapi kaki ku tetap melangkah. Hingga tanpa sadar, aku sudah hampir sampai di puncak, tinggal beberapa langkah lagi. Dari perjalan ini, aku dapat satu perlajaran. Boleh saja kita mengeluh tentang sesuatu, tetapi jika itu baik, meski hati menggerutu, tetaplah melangkah. Sampai tidak disadari hingga tiba di ujung perjalanan, kini aku dapat menikmati hasil perjalanan itu. Pemandangan indah, bukan, tetapi kepuasan batin. Akhirnya terbayar lunas tuntas sudah apa yang selama ini aku inginkan, menginjakkan kaki di tempat tertinggi di tanah kelahiranku, Lombok. Inilah puncak yang selama ini aku lihat, yang selama ini aku pandang dan aku tatap tajam dari kejauhan, dari rumahku. Kini aku telah mencatat sejarah dalam hidupku, bahwa aku telah menginjakkan kaki ditempat ini.

Aku pun seakan ingin sombong dan mengatakan pada dunia bahwa aku pernah ke puncak itu. Dan melalui tulisan ini, kuceritakan bagaimana aku sampai disana dan apa yang aku dapat. Bukan pemandangan, tetapi kenikmatan yang terletak pada kepuasan batin. Itulah yang paling aku impikan.

Aku butuh 5 jam untuk bisa sampai di tempat ini, berangkat jam 1 pagi, tiba disini jam 6 pagi. Sedangkan, turunya, aku butuh sekitar satu setengah jam. 1 langkah turun, itu setara dengan tiga langkah naik. Belum lagi kecepatannya, hanya saja aku tidak lari turun. Sehingga aku bisa sampai di camp sekitar jam 7.30.

Selanjutnya kami sarapan dan memulai perjalanan untuk kembali pulang. Kali ini, kami kembali pulang melalui Pintu Sembalun, Lombok Timur. Sedikit perubahan rencana, awalnya kami naik lewat Pintu Senaru dan akan kembali ke Senaru juga di Lombok Utara. Tetapi dengan mempertimbangkan medan yang akan kami lalui yang tidak mudah, mengingat perbekalan yang sudah semakin menipis, ditambah faktor untung karena kami dapat sinyal di puncak sehingga aku dapat menelpon seorang temanku dan kuminta ia menjemput kami saat tiba di Lombok Timur nanti. Akhirnya, kami putuskan untuk turun melalui pintu Sembalun, Lombok Timur.

Sungguh, ini jauh seperti yang aku bayangkan. Aku bahkan butuh 3 hari untuk sampai ke puncak, sedang saat turun, kami bahkan butuh waktu kurang dari setengah hari. Padahal, aku merasa kecepatan jalanku sama saja, tidak cepat juga, sering istirahat juga. Kami berangkat jam 10 pagi dan tiba di pintu gerbang jam 3 sore. Ya, memang, tanjakan turunan yang kami lalui hanya satu yakni saat menuruni bukit dari pelawangan hingga ke Pos 3 pintu Sembalun. Selebihnya jalanannya turun landai. Ini juga yang sedikit mempermudah laju kami.

Demikianlah catatan perjalan ini.


Untuk melihat foto Rinjani Summit lebih banyak, silahkan klik link dibawah ini.
Rinjani Summit, Lombok

Salam, Oget ID.

0 komentar:

Posting Komentar

Contact

Send Me Your Mail


Mohon Kritik dan Saran

Kirimkan kritik dan saran Anda untuk membantu blog ini lebih baik.

Apabila Anda punya pertanyaan, dapat juga melalui komentar.