• Twitter
  • Facebook
  • Instagram
  • Youtube

Dariku

Oget ID


Sepenggal Kata

Membacalah, sebab dengan membaca kau mengenal dunia.
Membacalah untuk mengenal diri orang lain sebab dengan mengenal orang lain kau dapat mengenal dirimu sendiri.

Aku hanya ingin bercerita pada kalian melalui foto-foto yang aku bagikan. Semoga kalian menikmatinya.

A K U

Deepak Bhagya

Mari berteman

Buat kalian yang inign berteman dengan ku, temukan aku melalui media sosial kalian.

Klik icon link dibawah ini untuk berteman.

A Bit

Sebelum Lebih Jauh


Pengantar

  • Terkadang tidak semua hal bisa kita ceritakan, ada beberapa diantara cerita yang menarik tetapi tidak bisa kita ceritakan. Disaat seperti itu, biarkanlah gambar yang berbicara dan hati yang mendengarkan.

    Saya bukan seorang yang profesional, tapi saya hanya mencoba menyajikan cerita terbaik melalui gambar yang bisa saya tangkap menggunakan kamera saya.

Pengantar Blog

  • Tidak ada maksud untuk menyinggung siapapun, kelompok, suku, ras, agama maupun apapun.

    Adapun jika ada kesamaan nama, tokoh atau kejadian, atau jika ada yang merasa tersinggung karena kontent yang ada didalam blog ini, mohon untuk mengirimkan pesan ke saya agar saya bisa segera berbenah.

    Semua kontent dalam blog ini adalah milik saya pribadi, anda bebas menyebarkannya dengan mencantumkan sumber

    Salam

    Oget ID

The Story

Let the pictures speak


Kamis, 14 Februari 2019

Presean, Seni Bela Diri Lombok


Presean Lombok di Bawah Pohon
Presean adalah salah satu seni bela diri Lombok. Saat ini seni presean Banyak dipertontonkan di Lombok dalam menyambut berbagai acara atau untuk melengkapi suatu prosesi adat. Presean akan mempertandingkan dua orang laki-laki untuk bertarung menggunakan sebatang rotan dan memakai tameng dari bahan kulit. Akan tetapi ada yang unik dalam seni Presean ini, yaitu dalam fair play nya tidak ada yang kalah atau menang, karena pada dasarnya presean adalah seni bela diri yang tidak mencari kalah menang.

Dahulu presean tidak hanya sebatas mempertandingkan dua orang, akan tetapi sebagai ajang gengsi untuk mempertaruhkan nama baik kelompok, kampung hingga sebagai pembuktian ajian siapa yang paling kuat.

Jika presean tidak mencari kalah menang, lalu bagaimana menentukan siapa yang kalah dan siapa yang memang. Ituluah hebatnya, laki memang harus jantan. Pepadu sebutan untuk pemain presean tahu rasa kekuatan lawannya, dan ia pun tahu apakah ia telah mengalahkan lawannya atau malah sebaliknya. Selebihnya penonton yang menilai dengan prsepsinya masing-masing. Hingga di akhir pertandingan, selalu dipastikan keduanya adalah pemenang.

Jika kalian ingin menonton atau menyaksikan presean langsung di Lombok, ada momen-momen tertentu untuk kalian bisa menemukan presean. Di antaranya adalah satu minggu sebelum event Bau Nyale, dalam meyambut bulan maulid, bahkan kadang juga diadakan dalam memeriahkan hari kemerdekaan. Semoga kita bisa menyaksikan presean bersama ya.

Presean Pepadu Lombok di Bawah Pohon

Selasa, 12 Februari 2019

Batu Landar, Sisi Lain Pantai Selong Belanak, Lombok


Batu Landar Gili Selong

Salah satu pantai excotice di Lombok adalah Pantai Selong Belanak, tempatnya di Lombok Tengah Bagian Selatan. Daya tarik pesona pariwisata Lombok memang sangat keren, maka tidak hrean jika kita bilang JANGAN KE LOMBOK, NANTI TIDAK MAU PULANG.

Maka saat ini kita akan mecoba meng-explore lebih jauh salah satu pariwisata pantainya Lombok yaitu Batu Landar adalah salah satu sisi dari Pantai Selong Belanak yang sepanjang perjalanannya dipenuhi bebatuan.

Sepanjang perjalanan, sejauh mata memandang hanya ada batu, tebing gunung dan pantai. Suara deburan ombak besar terhempas yang terhempas ke bebatuan menjadi nada pengiring sepanjang perjalanan saya. Akin sepoi seakan terus meniup saya untuk mengexplore tempat ini. Bahaya memang berjalan di bebatuan besar seperti ini, untuk itu harus benar-benar hati-hati agar selamat dalam perjalanan.

Sesekali jika kalian main ke Pantai Selong, saya sarankan untuk mencoba menikmati sisi ini. Duduklah, diam, rasakan belaian anginnya, hingga jawablah sapaan ramah ombak yang mengajak anda berbincang melalui suaranya.

Batu Karang di Hempas Ombak

Tonton juga videonya melalui YouTube
YouTube Channel : Oget ID
Link Video : 


Sabtu, 03 November 2018

Santren Gunung Kelambi



Kelambi adalah nama salah satu desa yang terletak di Kecamatan Lombok Tengah, NTB. Letak desa ini cukup dalam dari pusat kota atau pusat keramian, akses jalan ke desa ini juga cukup mudah, meski demikian jalannya masih tanah, belum di aspal, lebih-lebih ketika musih hujan, maka dijamin kendaraan akan cukup coklat melewati jalan menuju Desa Kelambli. Hahaaa

Masyarakat Desa Kelambi sendiri masih sangat memegang tegus kepercayaan adat, didesa ini secara konsisten sering diadakan upacara adat atau syukuran bertajuk kepercayaan desa. Akan tetapi ini bukan berarti desa ini jauh dari peradaban modern, tentu saja Desa Kelambi adalah desa yang mengikuti peradaban saat ini.

Kamis, 01 November 2018

Taman Kemeras di Kaki Gunung Sasak


Taman Kemeras, sebenarnya cukup mudah di cari dan akses jalannya pun tidak terlalu sulit, terletak di kaki Gunung Sasak atau masih satu komplek dengan Gunung Sasak yang berada Desa Kuripan, Lombok Barat. Hanya saja, tempat ini tidak begitu populer, bahkan jika tidak tahu namanya mungkin tidak bisa mencarinya di Google Maps.

Taman ini sedikit berbeda dari taman-taman yang lainnya, dimana taman ini terletak di puncak bukit yang otomatis memberikan pemandangan yang luas, lapang dan Indah. Maka dari taman ini kita sudah dapat menyaksikan beberapa sudut kota di Lombok.

Selasa, 30 Oktober 2018

Menapaki Puncak Gunung Sasak



Sudah lebih dari lima kali aku mencari tempat ini, Gunung Sasak. Sebenarnya aku tidak tahu, apakah ada sesuatu hal yang menarik disana atau tidak, apakah ada kejutan untukku disana atau tidak, aku sama sekali tidak tahu, bahkan tempatnya pun aku tidak tahu, lebih jauh namanya juga sebelumnya aku tidak tahu.

Saat itu berawal dari perjalan pencarianku mencari sebuah gunung yang ada di Lombok Tengah, yaitu Gunung Mereje. Aku tertarik untuk mencari gunung ini karena saat aku kecil hingga saat ini, dari halaman rumahku menatap ke arah barat, aku selalu memandang dengan tegas dan lurus ke arah Gunung Mereje. Dari pandanganku, Gunung Mereje terlihat besar, megah dan berwarna biru, yang mendakan lokasi gunung tersebut cukup jauh dari pandanganku. Hingga aku mampu untuk melangkahkan kaki untuk mencari gunung yang selama ini selalu aku tatap.

Jumat, 10 November 2017

Bendungan Pengga


Salah satu sumber perairan atau air irigasi pertanian di Lombok, kususnya Lombok Tengah dan Lombok barat adalah Bendungan Pengga/ Bendungan Pengge. Bendungan ini terletak di Kecamatan Praya Barat Daya, Kab. Lombok Tengah.

Ini adalah kali pertama saya datang ke bendungan ini, datang ke pembuangan airnya. Ternyata bendungan ini jauh seperti apa yang saya bayangkan. Disini, area nya sangat luas, rindang dan hijau. Ditambah lagi dibeberapa area sudah ada berugak yaitu lesehan khas Suku Sasak - Lombok untuk dapat menikmati keindahan pemandangan bendungan ini.

Udaranya sangat sejuh, pepohonannya besar dan rindang. Halaman atau tamannya sangat luas, sehingga mata lebih luas memandang ke area sekitarnya. Warna hijau yang begitu sejuh sehingga menambah keindahnya.



Sayang, tempat ini tidak begitu terkenal di masyarakat luas. Mungkin karena tempatnya yang memang sedikit jauh kedalam pedesaan. Akan tetapi, keindahan yang tersembunyi benar-benar menakjubkan.

Bendungan Pengge, tempat ini sangat cocok untuk dijadikan tempat rekreasi atau foto, baik hunting, prewedding maupun landscape. Meskipun tempatnya jauh didalam pedesaan, tapi akses menuju lokasi benar-benar sangat mudah didukung dengan jalanan yang sudah sangat bagus.

Silahkan datang.

Rabu, 08 November 2017

Bendungan Batu Jai ft. Gunung Rinjani

Bendungan batu jai merupakan salah satu bendungan penampung air sebagai sumber mata air baik untuk pertanian maupun air kebutuhan perumahan untuk wilayah Lombok  Tengah khususnya Lombok Tengah ke selatan.

Bendungan Batu Jai merupakan bendungan yang sudah sangat lama di Lombok Tengah, terletak di tengah perkotaan, sehingga hampir tiap sore bendungan ini selalu ramai dikunjungi oleh pemuda pemudi bahkan warga sekitar sebagai tempat rekreasi.


Dikarenakan tempatnya yang sangat mudah dijangkau, dan didukung oleh taman dan view yang luas, menjadikan bendungan ini semakin menarik. Bendungan ini terletak diantara jalan menuju Praya dari Bandara Lombok, akan tetapi untuk sampai ke pembukaan air dimana saya mengambil potret yang saya bagikan ini, juga tidak terlalu sulit karena di pinggir jalan sudah terdapat gapuranya.

Sore hari, jika cuaca cerah, anda hadapkan wajah anda ke utara, makan anda akan melihat kokohnya Gunung Rinjani, ditambah perahu warga yang mulai menepi dari tengah danau, semakin membuan view sore menjadi indah.


Saya sarankan, jika anda berniat datang dan menikmati indahnya panorama Bendungan Batu Jai, sebaiknya datang sore hari.

See There.

Selasa, 24 Oktober 2017

Pantai Utara, Lombok Utara


Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya, Rinjani, hutan, gunung, air terjun, bahkan pantai melengkapi wisata Lombok Utara. Kali ini sakan saya tunjukkan salah satu pantai yang sangat indah di Lombok Utara. Entah apa nama pantai ini, dimana letaknya pun aku tidak tahu karena aku baru pertama kali datang ke tempat ini.

Sekarang, jika aku disuruh kembali ke tempat itu seorang diri, mungkin aku akan nyasar dan tidak akan sampai. Dan keindahan yang aku dapat, benar-benar sangat mempesona. Bersih, alami dan masih sangat segar.

Jangan tanya bagaimana aku kesana. Jalannya memang mudah, bagus akan tetapi aku tidak tahu bagaimana aku kesana karena aku diajak oleh seorang teman asli sana. Mereka menyebutnya Pantai Tebing Senaru.

Lombok, masih banyak keindahan yang belum tersentuh disini.


Selamat datang di Lombok, the hidden paradise.

Senin, 23 Oktober 2017

Penumpasan Air Terjun, Senaru - Lombok Utara

Lombok, Lombok Utara, Senaru. Di tempat ini, pantai, hutan, gunung, air terjun dan lainnya, Lombok Utara adalah salah satu tujuan wisata di Pulau Lombok dengan paket komplit. Wisata apa yang anda cari disini, semuanya tersedia, dan masih sangat alami tentunya.

Dibulan-bulan tertentu, jika anda beruntung, anda juga akan menikmati pagelaran seni budaya khas daerah Lombok Utara. Lombok Utara, sesuai namanya, terletak di Lombok bagian Utara. Terkenal dengan keindahan air terjun dan pegunungannya, akan tetapi, lebih dari itu, pantai dan wisata alamnya juga tidak kalah mempesona.

Salah satu icon terkelan Lombok Utara adalah Air Terjun Tiwu Kelep dan Senaru. Jauh dibawah ait terjen tersebut, airnya terus mengalir menurun dan terjun. Dan kali ini, salah satu penumpasan dari air terjun Senaru aku datangi. Lokasi-lokasi ini tidak banyak yang tahu, hanya penduduk lokal saja. Aksesnya pun melewati pekarangan warga. Seakan masih belum tersentuh oleh wisatawan asing.

Sesuatu yang indah, tersimpan sempurna. Kurang lebih seperti itulah. Tempat ini juga sangat indah, segar dan alami tentunya.

Inilah salah satu penumpasan Air Terjun Senaru, Lombok Utara.


Rabu, 18 Oktober 2017

Menuju Puncak Tertinggi di Lombok, Rinjani - Day 3


Pagi itu, setelah sarapan dan berkemas, kami melanjutkan perjalanan. Kali ini adalah target akhir, yakni puncak pelawangan menuju puncak tertinggi Gunung Rinjani. Kami memulai perjalanan sekitar jam 10 pagi. Perkiraan waktu tempuh 2 jam, tapi biasanya aku butuh dua kali lipat dari waktu orang berjalan dengan kecepatan normal, jadi perkiraan kami bisa sampai di puncak atau target adalah jam 2 siang.

Kami pun memulai perjalanan. Awal trak tidak terlalu sulit, lumayan landai. Hanya sedikit tanjakan, selebihnya jalannya landai menanjak. Aku dapat berjalan sedikit lebih cepat di trak ini dari biasanya.

Secara tidak sadar, perjalanan sudah mulai menanjak. Kali ini, tanjakannya sedikit berbeda dengan tanjakan pada umumnya, tanjakannya hampir 90 derajat, jadi benar-benar menaiki tebing. Dan kami pun harus memutar secara zig zag untuk mempermudah melalui trak ini. Bahkan ujung jalan pun saya tidak tahu dimana, yang jelas saat ini kami terus berjalan saling beriringan bersama beberapa pendaki lain yang juga sedang menuju ke puncak.

Seperti biasa, tidak terhitung berapa kali aku berhenti di antara tebing ini untuk mengambil nafas. Ditambah sinar matahari yang cukup terik, membuat air menjadi hidangan yang sangat nikmat dikala ini.

Dan aku butuh lebih dari 2 jam untuk sampai di puncak, dari jam 12 hingga jam 2 siang. Akhirnya, sapailah kami di puncak tempat kami ngecamp. Disini, ada banyak sekali pendaki yang sudah membuat tenda. Aku termasuk yang awal datang, karena semakin sore pendaki semakin banyak.

Malam ini akan menjai malam yang berbeda bagiku, karena esok pagi dini hari, aku akan menuju puncak, ya puncak tertinggi di Gunung Rinjani.

Malam itu, aku akhiri malam dengan menyiapkan segala sesuatunya.

Jam 1 malam, aku bangung. Terlihat beberapa orang pendaki sudah bergegas untuk menuju puncak. Sementara itu, temanku hanya akan mengantarkan aku sampa disini saja, karena ia tidak akan ikut muncak. Aku cukup mengikuti orang-orang yang berjalan saja, karena rute dan tujuan kami sama, hanya satu, yaitu puncak.

Jam 1 dini hari, aku pun memulai perjalanan dengan mengikuti langkah beberapa pendaki yang didepanku. Menurut informasi, lama waktu yang dibutuhkan untuk sampai di puncak adalah 4 sampai 5 jam.

Malam, gelap, dingin, angin dan sedikit lapar. Entah seperti apa di puncak sana, yang aku lalui saat ini tidak seperti cerita yang aku dengar. Menurutku ini biasa saja, hanya saja ini lebih ke menguji kesabaran. Rasa-rasanya aku ingin menyerah sampai disini, mungkin aku lebih baik kembali atau aku tunggu saja samapa matahari terbit kemudian aku turun hingga disini. Entahlah, rasanya aku ingin kembali saja.

Meski hati ku menggerutu, tapi kaki ku tetap melangkah. Hingga tanpa sadar, aku sudah hampir sampai di puncak, tinggal beberapa langkah lagi. Dari perjalan ini, aku dapat satu perlajaran. Boleh saja kita mengeluh tentang sesuatu, tetapi jika itu baik, meski hati menggerutu, tetaplah melangkah. Sampai tidak disadari hingga tiba di ujung perjalanan, kini aku dapat menikmati hasil perjalanan itu. Pemandangan indah, bukan, tetapi kepuasan batin. Akhirnya terbayar lunas tuntas sudah apa yang selama ini aku inginkan, menginjakkan kaki di tempat tertinggi di tanah kelahiranku, Lombok. Inilah puncak yang selama ini aku lihat, yang selama ini aku pandang dan aku tatap tajam dari kejauhan, dari rumahku. Kini aku telah mencatat sejarah dalam hidupku, bahwa aku telah menginjakkan kaki ditempat ini.

Aku pun seakan ingin sombong dan mengatakan pada dunia bahwa aku pernah ke puncak itu. Dan melalui tulisan ini, kuceritakan bagaimana aku sampai disana dan apa yang aku dapat. Bukan pemandangan, tetapi kenikmatan yang terletak pada kepuasan batin. Itulah yang paling aku impikan.

Aku butuh 5 jam untuk bisa sampai di tempat ini, berangkat jam 1 pagi, tiba disini jam 6 pagi. Sedangkan, turunya, aku butuh sekitar satu setengah jam. 1 langkah turun, itu setara dengan tiga langkah naik. Belum lagi kecepatannya, hanya saja aku tidak lari turun. Sehingga aku bisa sampai di camp sekitar jam 7.30.

Selanjutnya kami sarapan dan memulai perjalanan untuk kembali pulang. Kali ini, kami kembali pulang melalui Pintu Sembalun, Lombok Timur. Sedikit perubahan rencana, awalnya kami naik lewat Pintu Senaru dan akan kembali ke Senaru juga di Lombok Utara. Tetapi dengan mempertimbangkan medan yang akan kami lalui yang tidak mudah, mengingat perbekalan yang sudah semakin menipis, ditambah faktor untung karena kami dapat sinyal di puncak sehingga aku dapat menelpon seorang temanku dan kuminta ia menjemput kami saat tiba di Lombok Timur nanti. Akhirnya, kami putuskan untuk turun melalui pintu Sembalun, Lombok Timur.

Sungguh, ini jauh seperti yang aku bayangkan. Aku bahkan butuh 3 hari untuk sampai ke puncak, sedang saat turun, kami bahkan butuh waktu kurang dari setengah hari. Padahal, aku merasa kecepatan jalanku sama saja, tidak cepat juga, sering istirahat juga. Kami berangkat jam 10 pagi dan tiba di pintu gerbang jam 3 sore. Ya, memang, tanjakan turunan yang kami lalui hanya satu yakni saat menuruni bukit dari pelawangan hingga ke Pos 3 pintu Sembalun. Selebihnya jalanannya turun landai. Ini juga yang sedikit mempermudah laju kami.

Demikianlah catatan perjalan ini.


Untuk melihat foto Rinjani Summit lebih banyak, silahkan klik link dibawah ini.
Rinjani Summit, Lombok

Salam, Oget ID.

Selasa, 17 Oktober 2017

Menuju Puncak Tertinggi di Lombok, Rinjani - Day 2


Rencananya, pagi itu kami akan berangkat pagi-pagi sekali, sekitar jam 7 atau jam 8 kami sudah harus jalan, terget kami adalah kami harus sampai di Danau Segare Anak sekitar jam 2 siang. Dan karena kami tidak bisa memperkirakan berapa lama waktu yang kami butuhkan untuk sampai disana, bahkan Pos 3 pun kami tidak tahu seberapa jauh dari lokasi kami saat ini.

Hari ini adalah hari ke 2 perjalanan kami. Pagi itu, kami bangung pagi sekali dan mulai menyiapkan sarapan. Pagi ini kami makan dengan nasi dan lauk mie, kami makan cukup banyak dan cukup kenyang, perkiraan hari ini kami akan berjalan seharian sehingga kami butuh banyak asupan energi agar tidak mudah lapar di Jalan.

Sekarang sudah hampir jam 9 pagi, sedangkan kami baru selesai sarapan. Beberapa pendaki yang turun sudah mulai lewat didepan kami, kebetulan tenda kami berada tepat di samping jalan. Menurut informasi yang kami dapat dari beberapa pendaki yang turun yang kami tanya, Pos 3 sudah sangat dekat. Sekitar 2 jam perjalanan. Sedangkan menurut temanku, dari Pos 3 menuju Danau Segare anak, butuh waktu sekitar 2 jam juga. Jadi, perkiraan kami jika kami berangkat jam 10, maka kami akan tiba di Danau Segare Anak jam 2 siang.

Dan kami pun memulai perjalan sekitar jam setengah 10 pagi.

Perjalanan masih menanjak dan terus menanjak, seakan tidak ada jalanan yang datar. Sekitar setengah jam perjalan, kami baru keluar dari hutan. Akan tetapi kami belum menemukan Pos 3, sementara perjalanan masih terus dan terus menanjak.

Dan kami tiba di Pos 3 sekitar jam 11. Hari sudah mulai panas, keringat sudah bercucuran. Sekalipun saat ini beban di tas saya sudah berkurang karena kami sudah makan, akan tetapi rasanya tetap saja seperti beban saat pertama. Sesungguhnya, bukan beban berat yang membuat perjalanan ini lambat, tapi memang kecepatan ku jalan yang tidak cepat, maklum pendaki pemula. Selain itu, rute yang terus dan terus menanjak, seakan tidak ada jalan datar dan landai.

Sekarang kami melewati Pos 3, keluar dari padang bukit Bunga Edelweiss, menaiki bukit bebatuan. Sesekali awan meneduhkan perjalanan kami, bahkan awan tersebut bersentuhan langsung dengan kami. Terasa sejuh dan dingin yang khas pegunungan, begitu segarnya. Suara angin seperti sound track yang mengisi perjalan kami.

Bukit ini terlihat tidak terlalu tinggi, tapi butuh waktu sekitar 1 jam untuk bisa melewatinya. Dan sampailah kami di puncak bukit, memutar sedikit dan terlihat sebuh ujung pegunungan. Darisanalah nanti aku akan bisa melihat langsung Danau Segare Anak, begitu komentar temanku.

Tidak butuh waktu lama untuk bisa sampai disana, karena kami berjalan di punggung gunung, jadi jalannya landai. Dan betul, seperti yang telah dijanjikan sebelumnya. Dari lokasi kami saat itu, kami sudah bisa melihat dengan langsung Danau Segare Anak. Inilah pelawangan menuju Danau Segare Anak dari pintu Senaru.

Sekarang, kami akan menuruni sebuah tebing curam bebatuan, lumayan sangat curam. Untungnya ada besi tempat berpegangan. Untuk aku sendiri, aku bisa melewati jalanan ini dengan tidak terlalu sulit.

Kali ini tracknya berbalik, yang semula kami menanjak, kali ini menurun, terus dan terus menurun sampai tiba di Danau Segare Anak. Dari pelawangan puncak Senaru menuju segare anak, kami butuh waktu sekitar 4 jam untuk ku berjalan. Ya, sekali lagi aku bilang bahwa kecepatan jalanku tidak lah secepat mereka, aku sangat super lambat. Bagi mereka yang jalan cepat, bisa sampai di lokasi camp Danau Segare Anak 2 jam.

Dan akhirnya kami bisa tiba di lokasi camp Danau Segare Anak jam 4 sore. Inilah Danau Segare Anak, kali ini aku bisa menyentunya secara langsung. Aku berada tepat didepannya.

Setelah kami membangun tenda, temanku mengajakku untuk mencoba mandi di air hangat. Katanya air hangat, tapi nyatanya air panas, panas bagi ku. Beberapa orang bahkan temanku sendiri dapat merendam tubuhnya dengan nyaman, bahkan menyelam. Aku sendiri, hanya bisa tahan sampai pusar saja. Aku tidak tahan karena airnya terlalu hangat, lebih ke panas buat aku sendiri.

Dan, ini menjadi malam ke 2 bagi kami. Malam ke 2 bersama Danau Segare Anak, tepat di tengahnya Gunung Baru Jari, salah satu anak Gunung Rinjani yang masih aktif hingga kini.

Notte:
Pos 2 terdapat sumber mata air, 100 meter dari lokasi pos.
Pos 3 terdapat sumber mata air.
Danau Segare Anak terdapat sumber mata air.
Jika tidak ada tanda sumber mata air, sebaiknya tanya sama porter. Saya sarankan lebih baik tanya porter, karena mereka lebih tahu daerah sana daripada guide.

Bersambung...

Senin, 16 Oktober 2017

Menuju Puncak Tertinggi di Lombok, Rinjani - Day 1


Ini adalah perjalanan yang sangat panjang, melelahkan dan lumayan berat. Ya, kali ini saya akan mendaki menuju puncak tertinggi di Lombok, puncak tertinggi di NTB bahkan salah satu puncak tertinggi di Indonesia.

Gunung Rinjani, mungkin nama gunung ini tidak akan asing kalian dengar, karena gunung ini merupakan salah satu gunung berapi yang masih aktif. Gunung Rinjani terletak di Lombok, tepatnya Lombok bagian utara.

Motifasiku naik gunung kali ini adalah sebagai anak Lombok asli, sudah seharusnya aku tau apa saja kekayaan yang ada di rumah sendiri, Lombok tentunya. Dan salah satu kekayaannya adalah Gunung Rinjani yang begitu indah. Sayangnya, sedari kecil aku belum pernah mendaki Gunung Rinjani, akan tetapi tekatku bahwa suatu hari nanti aku pasti akan bisa berdiri di puncak tertinggi di Lombok, Rinjani.

Dan hari itu pun telah tiba. Kami memnyiapkan segala macam perbekalan dan perlengkapan. Kali ini aku berangkat hanya berdua bersama seorang temanku yang sebelumnya pernah dua kali menuju puncak, dan ini adalah kali pertama untuk aku sendiri. Aku begitu antusias untuk memulai perjalanan ini.

Hari Sabtu pagi, setelah semalaman kami paking, kami berangkat dari Lombok Tengah jam 7 pagi, dan tiba di Lombok utara jam 11. Kami akan memulai perjalanan dari Pintu Senaru, Lombok utara.

Notte:
Untuk kalian yang ingin mendaki, kalian bisa mulai dari Pintu Senaru di Lombok Utara atau melalui Pintu Sembalun Lombok Timur, masing-masing memiliki nilai plus minus. Setiap pintu memiliki tempat parkir inap untuk kalian yang membawa kendaraan pribadi.
Akan tetapi sangat disarankan, sebaiknya kalian menggunakan kendaran antar jemput, karena ini lebih baik.

Dan setelah mempersiapkan segala sesuatunya, akhirnya kami memulai perjalanan jam 12. Dan saat kami mulai, kami mulai berjalanan dari sebelum pelawangan atau loket tempat pembeliat tiket masuk. Dikarenakan saat itu kendaraan tidak bisa mengantar kami ke Loket pintu gerbang karena jalanan sedang diperbaiki.

Dari situ, perjalanan sudah mulai menanjak, menanjak tanpa henti hingga sampai ke pelawangan atau pintu gerbang pendakian. Dan setelah membeli tiket dan mengurus administrasi, kami melanjutkan perjalanan.

Jika kalian mendaki melalui Pintu Senaru, maka saat memulai perjalanan kalian akan disambut dengan hutan belantara ala pegunungan. Ya, perjalanan kami langsung memasuki hutan hingga entah seberapa jauh akut tidak tahu, dimana aku harus berhenti atau dimana posnya pun akau tidak tahu mengingat ini adalah perjalanan pertama bagiku.

Menurut temanku yang pernah melewati jalan ini, hutang ini cukup jauh dan panjang. Akan tetapi, dia belum pernah memulai perjalanan dari Senaru sehingga dia tidak bisa memperkirakan berapa lama kami sampai di pos pos tempat nge camp.

Dan kami terus berjalan, perjalanannya cukup menanjak dan terus menanjak, hanya sedikit jalan yang datar atau landai. Yaa namanya juga naik gunung, tentunya jalanannya terus naik. Tapi mungkin tidak seperti yang lain, saat kami memulai perjalanan, jalanan terus dan terus menanjak. Kami bahkan mulai sangat merindukan jalanan yang datar.

Untuk diketahui, kecepatan jalan saya adalah sangat lambat, bahkan mungkin lebih lambat dari kecepatan jalan cewek. Harap dimaklumi, karena ini adalah pendakian pertama saya ke Rinjani. Sehingga waktu yang kami tempuh menurut kami adalah waktu yang paling lama, waktu yang paling santai. Tidak ingin terlalu memaksakan diri, jika capek kami langsung berhenti.

Tanpa terasa, kami sudah berjalan berjam-jam, hingga tibalah kami di Pos 1, kira-kira jam 4 sore. Sedangkan menurut perhitungan kami, dari Pos 1 ke Pos 2, jarak temput waktu normal atau cepat sekitar 2 jam, akan tetapi kami tidak mungkin bisa sampai dalam waktu 2 jam, jadi perkiraan kami akan sampai dalam waktu 3 jam.

Tanpa berlama-lama, kami pun melanjutkan perjalanan. Kami terus dan terus berjalan, sementara hari sudah semakin sore dan kabut pun mulai memasuki pegungungan. Suasana mulai dingin, akan tetapi rasa dingin ini pun tidak terasa karena keringat yang terus mengalir.

Rencananya, kami mau ngecamp di Pos 2, akan tetapi menurut beberapa pendaki lokal yang kami temui, disarankan untuk tidak ngecamp di Pos 2 dikarenakan temat tersebut tidak aman dari gangguan mistis. Dan benar saja, saat kami tiba di Pos 2, area ngecamp memang tidak luas, selain itu juga banyak monyet.

Sementara saat itu sudah pukul 6 sore, kami kembali bergegas. Target kami adalah kami harus keluar dari hutan rimba. Menurut temanku, Pos 3 temptanya cukup jauh, tidak mungkin akan bisa terkejar, akan tetapi saat ini kami harus bisa keluar dari hutan ini untuk mencari tempat nge camp.

Hari pun sudah mulai gelap, kami melanjutkan perjalanan dengan menggunakan senter. Sedikit kejadian, sore menjalang malam saat itu, tiba-tiba kaki ku sakit. Setiap kali menaiki jalanan, otot-otot kakiku kencang dan kesakitan. Dan parahnya lagi, yang sakit dua-duanya, sehingga ini semakin memperlambat laju perjalTanan kami.

Tidak ingin memaksakan diri, setiap capek aku duduk istirahat, sebelum kakiku sakit, aku istirahat. Itulah kenapa aku mengatakan bahwa perjalanan kami adalah perjalanan yang sangat lambat, bahkan mungkin lebih lambat dari perjalanan seorang cewek.

Hari sudah mulai malam, takut, kami tidak takut khususnya aku sendiri. Tidak ada rasa takut, rasa takutku kalah oleh rasa lelah ini. Rasanya aku ingin membangung tenda disini saat ini juga karena begitu capek dan kamipun sudah mulai lapar.

Disatu sisi kami terus berjalan sesuai kemampuan, target kami saat ini dirubah, target adalah yang penting kami menemukan tempat ngecamp terdekat atau tempat dimana kami bisa mendirikan tenda, maka disitu kami akan istirihat.

Ngomong-ngomong, sejauh dan selama ini, tidak ada pendaki yang pernah mendahuli kami. Artinya kami adalah pendaki paling belakang yang naik, selebihnya hanya pendaki yang turut. Jika ada didepan kami, entahlah kami tidak tahu seberapa jauh mereka.

Dan akhirnya, jam 8 malam, kami menemukan tempat untuk ngecamp. Kami sepakati untuk membangung tenda disini, meskipun saat ini kami tidak tahu posisi kami apakah ini adalah Pos Bayangan Pos 3 atau mungkin tidak. Yang jelas, di tempat ini pernah ada yang ngecamp sebelumnya melihat beberapa abu bekas kayu bakar.

Maka, kami pun menghabiskan satu malam pertama disana.

Bersambung...

Just Scroll UP

Thank You

Oget ID


Contact

Send Me Your Mail


Mohon Kritik dan Saran

Kirimkan kritik dan saran Anda untuk membantu blog ini lebih baik.

Apabila Anda punya pertanyaan, dapat juga melalui komentar.